Bab 4 — Trombolisis Arteri Perifer
Referensi: Bab 4 Peripheral Arterial Thrombolysis, hal. buku 57–70. Bab 4
Pilih Agen: Kelas Kerja
- Semua agen bekerja dengan mengubah plasminogen menjadi plasmin; plasmin memecah fibrin (bekuan) dan fibrinogen (sirkulasi).
- Spesifisitas fibrin menentukan apakah kerja agen terbatas di permukaan bekuan atau meluas menjadi litik sistemik.
- Streptokinase (SK): tidak aktif sendiri; harus membentuk kompleks ekuimolar dengan plasminogen atau plasmin; dua molekul plasminogen terpakai per reaksi; tidak spesifik fibrin.
- Urokinase (UK): aktivator plasminogen langsung tanpa perantara kompleks; tanpa antibodi pra-bentuk; tetap tidak spesifik fibrin sehingga menimbulkan keadaan litik sistemik.
- r-UK: berat molekul lebih tinggi dan t½ lebih pendek dari UK alami, tetapi efek klinis dan keamanan dianggap setara.
- Pro-urokinase (pro-UK): zymogen inert di plasma; diaktifkan kallikrein atau plasmin menjadi UK dua-rantai; relatif spesifik fibrin.
- Pro-UK memberi amplifikasi: plasmin yang terbentuk mengubah lebih banyak pro-UK menjadi UK aktif, siklus berulang.
- Alteplase (rt-PA): afinitas sekaligus spesifisitas fibrin tinggi; di plasma hampir tidak mengaktifkan plasminogen.
- rt-PA bekerja karena ikatan t-PA dan plasminogen pada permukaan fibrin memicu perubahan konformasi kedua molekul, sehingga konversi plasminogen menjadi plasmin sangat dipercepat.
- TNK-tPA: tiga modifikasi pada kringle 1 dan domain protease menaikkan t½ dan spesifisitas fibrin; deplesi fibrinogen lebih kecil; cukup bolus tunggal.
- Reteplase: hanya kringle 2 dan domain protease (355 dari 527 asam amino t-PA); afinitas fibrin hanya 30% t-PA, mirip UK.
- Afinitas fibrin reteplase yang rendah diduga menurunkan perdarahan jauh; lisis bekuan tua kaya platelet juga lebih buruk.
- Staphylokinase: seperti SK tidak aktif dan harus berikatan plasminogen; relatif spesifik fibrin; tanpa deplesi fibrinogen; antigenik, ditekan dengan mutan rekombinan.
- Agen eksperimental: batPA (vampire bat), fibrolase (bisa ular copperhead), alfimeprase — baru fase I, data klinis belum tersedia.
| Agen | Berat molekul | Plasma t½ (menit) | Mekanisme / properti |
|---|---|---|---|
| Streptokinase (SK) | 48.000 | 16 / 90 | Kompleks dengan plasminogen untuk memperoleh aktivitas; tidak spesifik fibrin |
| Urokinase (UK) | 32.000 / 54.000 | 14 | Aktivator plasminogen langsung; tidak spesifik fibrin |
| r-Urokinase | 32.000 | 7 | Efek klinis setara UK alami |
| Pro-urokinase | 49.000 | 7 | Aktivitas intrinsik kecil; diubah menjadi urokinase; relatif spesifik fibrin |
| Alteplase (rt-PA) | 68.000 | 3,5 | Afinitas dan spesifisitas fibrin tinggi |
| Reteplase | 65.000 | 15 | t-PA terpotong; afinitas fibrin hanya 30% t-PA, mirip UK |
| Tenecteplase (TNK) | 39.000 | 14 | t-PA termodifikasi; spesifisitas fibrin lebih tinggi dari rt-PA; cukup bolus tunggal |
Angka & Dosis Kunci
- SK hanya tersedia sebagai Streptase, vial 750.000 atau 1.500.000 IU; antibodi pra-bentuk dinetralkan dengan bolus awal besar, sebagian peneliti mengukur titer lebih dahulu.
- UK tersedia sebagai Abbokinase, vial 250.000 IU; metabolisme terutama di hati; direkonstitusi dengan air steril non-bakteriostatik lalu diencerkan dalam salin.
- UK perlu heparin penuh (aPTT 1,5–2× kontrol); titrasi heparin sering sulit.
- Konsentrasi UK disesuaikan agar kecepatan infus minimal 30 mL/jam per port dan total tidak lebih dari 120 mL/jam.
- Protokol penulis: 0,48 mg/jam (infus dosis rendah, 4 mg/500 mL salin pada 60 mL/jam) atau 0,96 mg/jam (dosis tinggi, 4 mg/250 mL pada 60 mL/jam).
- Pada rt-PA diberikan heparin subterapeutik 300–500 IU/jam; aPTT tidak diikuti selama terapi.
- Reteplase efektif pada dosis 0,2–0,5 U/jam; lisis terjadi lebih cepat dan t½ lebih panjang dibanding alteplase.
- TNK memberi spesifisitas fibrin lebih tinggi dan deplesi fibrinogen lebih sedikit dibanding rt-PA; keunggulan utamanya kemudahan pemberian (bolus).
- Bolus rt-PA mempersingkat durasi terapi dan mungkin menguntungkan pada tungkai iskemik akut, tetapi risiko perdarahannya lebih tinggi dari infus dosis rendah.
| Agen | Skema | Dosis |
|---|---|---|
| SK | Infus bertahap (stepwise) | 1.000–3.000 IU setiap 2, 3, 5–15 menit; atau 3.000–4.000 IU setiap 3–5 menit |
| SK | Infus kontinu | 5.000–10.000 IU/jam |
| UK | Dosis rendah | 50.000 IU/jam |
| UK | Dosis tinggi | 120.000 IU/jam |
| UK | Infus berjenjang | 240.000 IU/jam 2 jam → 120.000 IU/jam 2 jam → 60.000 IU/jam sampai lisis |
| UK | Lacing intrathrombus | 60.000–250.000 IU, lalu 50.000 IU/jam |
| rt-PA | Infus kontinu | 0,05–0,1 mg/kg/jam dan 0,25–10 mg/jam (maks. 30 mg); lazim 0,5 mg/jam |
| rt-PA | Lacing | 3×5 mg (interval 5–10 menit), lalu 0,05 mg/kg/jam |
| UK / rt-PA | Pulse spray | UK 25.000 IU/mL; rt-PA 0,5 mg/mL; 0,2 mL setiap 30 detik selama 20 menit, lalu setiap 60 detik |
Urutan Tindakan: Evaluasi, Akses, Infus
- Semua pasien oklusi arteri akut: periksa darah lengkap dan tes koagulasi sebagai baseline.
- Perhatikan aspirin atau clopidogrel — keduanya menaikkan risiko perdarahan tempat pungsi.
- Pasien warfarin: pilih mengoreksi INR ke 1,5 atau kurang, atau lanjut pakai teknik micropuncture.
- Pada iskemia berat: teknik micropuncture 4-Fr, pastikan pungsi single-wall; bila beberapa jam dapat ditunggu, beri fresh frozen plasma untuk memulihkan INR.
- Jangan beri vitamin K rutin untuk membalik antikoagulasi — dosis lebih dari trivialitas membuat reantikoagulasi berikutnya sangat sulit.
- Akses ditentukan pemeriksaan nadi perifer dan merupakan prediktor komplikasi terapi trombolitik.
- Nadi femoralis bilateral teraba: mulai dari arteri femoralis komunis kontralateral (sisi tidak terlibat).
- Nadi femoralis kontralateral lemah atau absen, atau ada graft aortofemoral: pilih akses antegrade ipsilateral atau pendekatan brakialis kiri.
- Kateter ditempatkan di bagian paling distal trombus, lalu ditarik ke proksimal saat agen diinfuskan — tujuannya menjenuhkan seluruh panjang trombus.
- Kateter berlubang samping atau wire infus memberi permukaan kontak dan paparan agen paling luas.
- Metode infus yang dipakai: bolus intrathrombus lalu infus dosis rendah kontinu; infus bertahap (stepwise); dan pulse-spray pharmacomechanical.
- Infus intrathrombus sepanjang lesi adalah praktik terkini karena peluang lisis lengkapnya lebih besar.
- Stepwise: kateter di trombus proksimal, dosis tetap periode singkat, majukan kateter, ulangi — melelahkan dan pasien harus tetap di ruang angiografi.
- Pulse-spray: agen dipaksa masuk untuk memecah bekuan dan memperluas permukaan kerja enzim.
- Setelah aliran antegrade terbentuk, pulse-spray tidak lagi lebih baik dari infus lambat kontinu.
- Metode pemberian yang paling optimal belum pernah diuji pada uji prospektif besar.
Kapan Hentikan, Jebakan & Komplikasi
- Hentikan bila aliran antegrade melintas arteri target atau bypass graft.
- Hentikan bila sisa mural thrombus tidak lagi menghambat dan tidak ada trombus bermakna di outflow bed.
- Hentikan lebih awal bila muncul komplikasi perdarahan.
- Batas tradisional penghentian 48 jam; risiko perdarahan meningkat tajam melewati titik ini.
- Sebagian operator menghentikan bila fibrinogen turun di bawah 100 mg/dL, tetapi fibrinogen normal tidak mengecualikan perdarahan.
- Pemantauan: hemoglobin atau hematokrit harian (deteksi perdarahan okult), fungsi ginjal dan produksi urin.
- Sekitar 50% komplikasi perdarahan terjadi selama prosedur; hematoma tempat pungsi dilaporkan 12–17%.
- Bila perdarahan dari tempat akses menjadi masalah: naikkan ukuran kateter atau pasang sheath vaskular di sekeliling kateter.
- Perdarahan retroperitoneal atau intraabdominal dapat muncul spontan; nyeri perut atau punggung, atau anemia mendadak tanpa sumber jelas, harus memicu pencarian hematoma.
- Perdarahan gastrointestinal dilaporkan 5–10%; hematuria makroskopik jarang dan bisa menjadi tanda pertama tumor buli atau ginjal.
- Embolisasi distal atau ekstensi trombus terjadi pada 8–12% tungkai yang menjalani trombolisis intra-arterial.
- Sebagian besar embolisasi distal akibatnya kecil dan tertangani dengan melanjutkan trombolisis; perburukan iskemik akut pada seperempat kasus dan mungkin perlu aspirasi trombus atau operasi.
- Infeksi tempat kateter adalah komplikasi serius trombolisis berkepanjangan: pasien dengan trombolisis lebih dari 72 jam mendapat antibiotik profilaksis.
- Ganti sheath sebelum memasang stent untuk lesi dasar, terutama bila sheath sudah terpasang lama.
- Trombus residu yang resisten lisis: pertimbangkan aspirasi trombektomi.
- Setelah lisis selesai, selalu cari dan koreksi lesi penyebab oklusi.
- Antikoagulasi dilanjutkan setelah trombolisis sampai penyebab oklusi dikoreksi; bila tidak ditemukan penyebab, pertimbangkan antikoagulasi jangka panjang.
- Aspirin dilanjutkan atau dimulai sesegera mungkin bila tidak ada kontraindikasi.
Trombolisis atau Operasi: Pilih Mana
- Trombolisis arteri perifer dianggap tata laksana awal yang tepat pada oklusi akut arteri tungkai atau bypass graft.
- Sebelum memulai, manfaat trombolisis harus selalu ditimbang terhadap operasi dan risiko perdarahan akibat fibrinolisis.
- Rochester: 114 pasien iskemia mengancam tungkai berdurasi kurang dari 7 hari, acak trombolisis urokinase versus operasi segera.
- Rochester hasil 1 tahun: bebas amputasi 75% (trombolisis) versus 52% (operasi), berbeda bermakna terutama karena komplikasi kardiopulmoner lebih sedikit.
- STILE: 393 pasien oklusi non-embolik arteri native atau bypass graft, durasi sampai 6 bulan, acak operasi optimal versus trombolisis terarah kateter (rt-PA atau UK).
- STILE: laju endpoint komposit lebih tinggi pada trombolisis, tetapi amputasi dan kematian sebagai endpoint objektif setara.
- STILE subgrup arteri native: amputasi mayor 10% (trombolisis) versus 0% (operasi) pada 1 tahun, p=0,0024 — menang operasi.
- STILE subgrup oklusi graft: amputasi lebih rendah dengan trombolisis (p=0,026) — menang trombolisis.
- Kesimpulan STILE: trombolisis paling bermanfaat pada oklusi bypass graft akut berumur kurang dari 14 hari.
- TOPAS: 544 pasien (setelah uji pendahuluan 213 pasien) acak r-UK versus operasi primer.
- TOPAS hasil 1 tahun: bebas amputasi 68,2% (r-UK) versus 68,8% (operasi) — praktis identik.
- TOPAS tetap bermakna: pada 6 bulan 31,5% pasien trombolisis hidup tanpa amputasi hanya dengan tindakan perkutan; pada 1 tahun masih 25,7%.
- Konsensus Working Party 2003: trombolisis kateter sah sebagai tata laksana awal iskemia tungkai akut, dengan angka amputasi dan mortalitas setara operasi.
- Lisis yang berhasil umumnya membuka lesi penyebab, yang kemudian ditangani pada langkah kedua secara perkutan atau bedah.
- Jebakan: jangan menganggap trombolisis menang mutlak — pada oklusi arteri native, hasil operasi lebih baik untuk amputasi.
Perbandingan langsung antaragen
- Uji terbuka 60 pasien dengan onset atau perburukan tungkai baru: lisis intra-arterial rt-PA 100%, streptokinase intra-arterial 80% (p<0,04), rt-PA intravena 45% (p<0,01).
- Penyelamatan tungkai 30 hari berturut-turut 80%, 60%, dan 45%.
- Uji acak 32 pasien: lisis lebih cepat dengan rt-PA dibanding urokinase, tetapi laju lisis 24 jam dan keberhasilan klinis 30 hari serupa.
- STILE (rt-PA versus urokinase): efikasi dan keamanan dilaporkan serupa.
- Studi Jerman 120 pasien oklusi infrainguinal: lisis berhasil sedikit lebih baik pada rt-PA (p<0,05), tetapi hematoma lokal lebih sering.
- PURPOSE (pro-urokinase versus urokinase, endpoint lisis lengkap): lisis tertinggi pada dosis tertinggi yang diuji, 8 mg/jam selama 8 jam lalu 0,5 mg/jam, dengan konsekuensi perdarahan sedikit lebih banyak dan fibrinogen turun.
- Kesimpulan keseluruhan: tidak ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa satu agen lebih unggul untuk trombolisis terarah kateter pada efikasi maupun keamanan.
Perdarahan dan komplikasi
- Berridge dkk. (19 seri prospektif 1974–1988, 1.401 pasien): stroke hemoragik 1% (14 dari 1.401), perdarahan mayor 5,1%, perdarahan minor 14,8%; tanpa kelompok kontrol.
- British Thrombolysis Study Group: stroke 2,3% (27 dari 1.157).
- Uji acak trombolisis versus operasi: perdarahan intrakranial 1,2% (STILE), 2,1% (TOPAS-I), 1,6% (TOPAS-II).
- Pada TOPAS-II, infus heparin bersamaan dihentikan setelah 62 pasien pertama karena angka perdarahan intrakranial 4,8%; pada 210 pasien berikutnya hanya satu episode.
- STILE tidak menemukan perbedaan komplikasi perdarahan antara alteplase dan urokinase.
Alergi dan antigenisitas streptokinase
- Antibodi pra-bentuk ada pada semua pasien yang pernah terinfeksi Streptococcus; paparan ulang dapat menaikkan titer sehingga menetralkan SK eksogen.
- Reaksi alergi jarang, biasanya flushing, vasodilatasi, ruam, dan hipotensi; responsif terhadap penghentian infus ditambah hidrokortison dan antihistamin.
- Anafilaksis sangat jarang; bronkospasme dan edema periorbital termasuk reaksi yang dilaporkan.
- Komplikasi perdarahan SK diduga lebih tinggi daripada UK atau rt-PA, antara lain karena kerja sistemik pada trombus yang menutup defek vaskular dan generasi plasmin bebas.
- Karena ketidakpastian dosis di samping masalah antibodi, SK menjadi kurang populer walau harganya jauh lebih murah.
Antikoagulasi dan tindakan tambahan
- Heparin selama trombolisis membatasi trombosis sekitar kateter; dapat diberikan sistemik atau di sekitar kateter lewat sheath proksimal.
- Setelah trombolisis, antikoagulasi dilanjutkan sampai penyebab oklusi dikoreksi.
- Terapi antitrombin atau antiplatelet adjuvan diperlukan untuk hasil yang aman dan bertahan.
Bab 5 — Trombektomi Mekanik Perkutan
Referensi: Bab 5 Percutaneous Mechanical Thrombectomy, hal. buku 71–86. Bab 5
Prinsip & Indikasi
- PMT (percutaneous mechanical thrombectomy) = pembersihan cepat trombus akut di arteri, vena, dan graft vaskular dengan metode transluminal perkutan.
- PMT menjadi alternatif tindakan trombektomi balon terbuka yang diperkenalkan Fogarty pada 1963 dan menjadi pilihan standar selama beberapa dekade.
- Keunggulan: kurang invasif, risiko perioperatif lebih rendah, reperfusi lebih cepat, masa rawat berpotensi lebih singkat.
- Komplikasi perdarahan dapat lebih sedikit karena dosis obat litik berkurang atau bahkan dihilangkan.
- Dua metode utama: (1) aspirasi trombektomi perkutan — trombus diangkat dengan suction lewat kateter bore besar; (2) trombektomi mekanik — trombus difragmentasi atau diangkat dengan perangkat otomatis.
- Aspirasi paling sering dipakai sebagai adjuvan trombolisis pada oklusi arteri akut, atau sebagai terapi penyelamat untuk mengangkat emboli distal setelah angioplasti iliaka atau femoropoplitea.
- Perangkat mekanik berguna terutama untuk graft dialisis yang trombosis, dan makin dipakai untuk emboli paru masif serta DVT ileofemoral atau ileokaval.
- Tujuan awal pengembangan perangkat adalah menghapus kebutuhan trombolisis farmakologis; kenyataannya kedua pendekatan kini dipandang komplementer, bukan bersaing.
- Situs yang paling berisiko trombosis dan menjadi target PMT: graft akses dialisis, ekstremitas bawah iskemik dengan oklusi arteri native atau bypass, vena dalam ileofemoral, arteri serebral, dan graft bypass koroner.
- Penggunaan terbesar perangkat ini adalah pada graft dialisis trombosis; penggunaan terbanyak kedua adalah iskemia tungkai akut.
- Mekanik dapat menjadi terapi tunggal, tetapi farmakoterapi antitrombin atau antiplatelet adjuvan tetap penting.
| Sirkulasi | Indikasi |
|---|---|
| Arteri | Iskemia tungkai akut (emboli atau trombosis in situ, traumatik, iatrogenik) |
| Arteri | Oklusi graft vaskular akut |
| Arteri | Embolisasi distal saat intervensi endovaskular |
| Arteri | Stroke akut (oklusi embolik atau trombotik) |
| Vena | Trombosis vena dalam (ileokaval akut, ileofemoral akut) |
| Vena | Sindrom vena kava superior akut |
| Vena | Emboli paru masif |
| Vena | Sindrom Budd-Chiari |
| Fistula AV dialisis | Oklusi trombotik |
Isi arteri berbeda dari koroner: sindrom koroner akut karena ruptur plak dengan trombus in situ, sedangkan iskemia tungkai akut paling sering karena emboli dari jantung atau aorta, atau oklusi trombosis graft pada pasien pasca-bypass.
Empat Mekanisme Perangkat
- Aspirasi sederhana: lumen suction besar dari tip sampai hub, syringe dipasang di hub; semua kateter monorail 0,014".
- Kateter aspirasi bekerja paling efektif bila tidak ada aliran; bila aliran ada, yang teraspirasi justru darah, bukan trombus.
- Untuk hasil maksimal: kateter di bagian tengah trombus, suction sambil kateter ditarik perlahan, ulangi beberapa kali.
- Kateter tersumbat: keluarkan dari tubuh lalu flush; perangkat ini baik pada pembuluh sampai 4–5 mm.
- Bila beban trombus besar, perangkat mekanik lain umumnya masih diperlukan; aspirasi bisa dipakai lebih dahulu untuk meminimalkan embolisasi distal saat memasukkan perangkat yang lebih besar.
- Wall contact: fragmentasi mekanik lokal menjadi potongan kecil yang dapat melewati kapiler, atau diangkat keluar dengan fitur tambahan.
- Arrow-Trerotola PTD: perangkat rotasi kecepatan rendah dengan basket fragmentasi nitinol yang melebar sendiri.
- Cara pakai Arrow-Trerotola: lewati oklusi dalam posisi tertutup, buka basket, aktifkan, tarik perlahan melalui bekuan — trombus difragmentasi tetapi tidak diangkat.
- Kelebihan Arrow-Trerotola: ukuran kecil dan penanganan sederhana; dipakai terutama untuk trombolisis vena pada fistula dialisis.
- Kekurangan Arrow-Trerotola: risiko emboli perifer partikel kecil dan cedera dinding pembuluh serupa balon Fogarty; trombus dapat diaspirasi lewat sheath luar selama aliran belum pulih; belum ada data untuk arteri perifer.
- Brush Castaneda dan Cragg: dikembangkan sebagai adjuvan trombolitik untuk menurunkan dosis dan durasi agen.
- Kekurangan brush: kerusakan endotel karena kontak dinding dan kemungkinan embolisasi distal akibat trombus terlepas sebelum trombolisis adekuat; belum ada hasil uji arteri perifer pada manusia.
- Hidrodinamik: fragmentasi trombus lokal tanpa aspirasi keluar.
- Amplatz ATD (Clot Buster): menciptakan vorteks yang menarik trombus ke ujung kateter, lalu dimaserasi menjadi fragmen mikroskopis.
- ATD: tanpa lumen guidewire sehingga dikirim tanpa wire; turbin gas memutar impeler terenkapsulasi di ujung kateter; cairan hidraulik TurboWash membantu melepas trombus mural.
- Kekurangan ATD: kabel berisiko putus pada angulasi akut, hemolisis, tidak dapat mengaspirasi trombus, dan guidewire harus dicabut sebelum aktivasi.
- Rotarex: konsol elektronik dengan motor listrik dan kateter over-the-wire; ujung kateter berupa dua silinder bertumpuk yang berlubang lateral.
- Rotarex: bahan trombus lunak dan padat ditarik vakum ke lubang lateral, difragmentasi, diangkut spiral yang berputar, lalu ditampung di kantong.
- Kekurangan Rotarex: perforasi pembuluh dan embolisasi distal; sampai saat itu belum disetujui FDA untuk indikasi apa pun.
- Rheolitik (flow-based): jet salin kecepatan tinggi menciptakan efek Venturi di ujung kateter, menghasilkan lisis sekaligus aspirasi; lumen exhaust besar mengangkut trombus ke area penampungan.
- AngioJet: satu-satunya sistem yang saat itu disetujui untuk aplikasi arteri perifer; kateternya dual lumen dengan lumen injeksi kecil dan lumen exhaust besar.
- AngioJet: pompa khusus memberi tekanan sangat tinggi; Xpeedior dan AVX dipakai di sirkulasi perifer, sedangkan XVG dan XMI untuk graft vena safena dan arteri koroner.
- AngioJet: sebelum masuk tubuh, kateter di-flush di luar tubuh dengan mengaktifkan pompa sekitar 20 detik sambil ujung kateter di dalam air.
- AngioJet: masih diperdebatkan apakah pompa diaktifkan saat maju atau saat menarik kateter; pabrik menganjurkan saat menarik, lalu diulang sampai beban trombus terangkat.
- Hydrolyser: kateter triplumen dengan lumen injeksi, lumen exhaust, dan lumen wire.
- Hydrolyser: salin terheparinisasi diinjeksi dengan power injector pada tekanan tetap yang tinggi.
- Hydrolyser: lumen injeksi membuat loop 180° dan berakhir di lubang oval 4 mm proksimal tip; jet yang mengarah proksimal menurunkan tekanan lokal sehingga trombus teraspirasi dan terfragmentasi.
- Kekurangan Hydrolyser: lubang eksentrik membuat vorteks kurang dari 360° sehingga suction asimetris dan berisiko trauma dinding; hanya bekerja pada bekuan segar, yaitu tidak lebih dari 14 hari.
- Oasis: kateter triplumen dengan kanal stainless berujung J mengarahkan salin ke lumen exhaust dan menciptakan zona tekanan rendah.
- Kekurangan Oasis: tidak bekerja isovolumetrik — rasio salin masuk terhadap cairan teraspirasi 0,6 — sehingga berisiko anemia hemolitik dan kelebihan volume.
- X-Sizer: sekaligus fragmentasi dan aspirasi; pemotong helix stainless yang berputar, menarik, dan mengaspirasi trombus.
- X-Sizer: unit genggam bermotor baterai; cutter menonjol sekitar 1 mm dari housing pelindung; vakum diaktifkan bersamaan.
- X-Sizer: kekurangan berupa makroembolisasi dan trauma pembuluh; ukuran cutter menentukan guide yang dibutuhkan.
- Ultrasound: Acrolysis dipakai untuk mempercepat trombolisis (uji sempat berhenti, menunggu reluncur); Resolution 360 memakai energi ultrasound untuk ablasi trombus, masih investigasional dengan hasil awal menjanjikan.
- Trellis (kombinasi infus dan osilasi): kateter multumen dengan dua balon komplian dan lubang infus di antaranya.
- Trellis: trombus diisolasi antara dua balon, agen litik disebarkan kawat berosilasi, lalu diaspirasi; konsentrasi tinggi tanpa diseminasi sistemik; FDA baru menyetujui untuk pemberian agen fibrinolitik.
Spesifikasi & Jebakan Perangkat
| Perangkat | Sheath / ukuran | Guidewire | Panjang kerja | Mekanisme & jebakan |
|---|---|---|---|---|
| Arrow-Trerotola PTD | 5 F | 0,025" over-the-wire | 65 cm | Basket nitinol; risiko emboli partikel sampai 3 mm |
| Castaneda / Cragg Brush | Tidak dirinci pada teks sumber | Brush dinding; dipakai sebagai adjuvan litik | ||
| Amplatz ATD (Clot Buster) | 7 F | Tanpa lumen wire | 75 cm dan 120 cm | Impeler terenkapsulasi 100.000 rpm |
| Rotarex | 6 F atau 8 F | 0,018" over-the-wire | Tidak dirinci pada teks sumber | Motor 40 W; spiral pengangkut fragmen |
| AngioJet (Xpeedior / AVX) | Guide 8 F atau sheath 6 F | 0,035" | 50 cm dan 120 cm | Jet 70.000–105.000 kPa; efek Venturi |
| Hydrolyser | 6 F atau 7 F | 0,018" | 65 cm dan 120 cm | 5 mL/detik pada 750 psi; total 100–150 mL |
| Oasis | 6 F | 0,018" | 65 cm dan 100 cm | Kanal J-tipped; tidak isovolumetrik |
| X-Sizer | 7 F (1,5 mm) atau 8 F (2,0 mm) | 0,014" | 135 cm | Helix cutter 2.100 rpm; vakum 700 mmHg |
| Trellis | 6 F | 0,035" | Zona terapi 15 atau 30 cm | Dua balon isolasi; zona terapi 15 atau 30 cm |
| Acrolysis / Resolution 360 | Ultrasound, tidak dirinci pada teks sumber | Acrolysis menunggu reluncur; Resolution 360 masih investigasional | ||
- Wajib memeriksa kompatibilitas wire, guide, dan sheath tiap perangkat sebelum dipakai — kesalahan ukuran adalah sumber komplikasi.
- Ukuran kateter besar menaikkan risiko embolisasi distal saat melewati trombus; sebagian operator memasang perangkat proteksi emboli distal.
- Diseksi pembuluh lebih sering pada kateter besar — pilih ukuran sesuai diameter pembuluh.
- Hemolisis dan kelebihan cairan dapat terjadi pada semua kateter rheolitik; hati-hati pada insufisiensi ginjal atau gagal jantung dan jaga durasi pompa tetap minimal.
- Perangkat yang tidak mengaspirasi (ATD) meninggalkan fragmen di sirkulasi; perangkat aspirasi berisiko menyumbat dan harus dicabut untuk di-flush.
- Pada bekuan yang lebih tua dan melekat, semua perangkat mekanik kurang berhasil.
Kapan Mekanik, Kapan Farmakologis
- Beban trombus besar dengan aliran berhenti: mekanik atau aspirasi lebih dahulu untuk membersihkan cepat dan menurunkan dosis litik.
- Bekuan akut dan lunak, terutama di dalam graft dialisis: aplikasi ideal perangkat mekanik — trombus cepat dimaserasi dengan risiko minimal pada endotel native.
- Trombus tua dan melekat: trombolisis farmakologis punya keunggulan; perangkat mekanik kurang berhasil.
- Emboli distal ke pembuluh kecil yang tidak terjangkau perangkat: litik tetap diperlukan.
- Perangkat mekanik tidak menangani lesi penyebab di balik oklusi akut; lesi itu perlu balon, stent, atau bedah agar tidak berulang.
- Bila trombus tidak terangkat adekuat setelah trombektomi mekanik, kombinasikan trombolitik lokal — strategi ini menjanjikan.
- Data DVT mendukung kombinasi: PMT tunggal hanya mengangkat 26,0% trombus, sedangkan PMT ditambah trombolitik mencapai 62,0%.
- Kombinasi menurunkan waktu menuju lisis sekitar 40% dan dosis obat litik sekitar 60%.
- Untuk graft dialisis, semua perangkat mencapai patensi primer 3 bulan 35–45% — hasil serupa menunjukkan metode pengangkatan bukan penentu utama.
- Patensi jangka panjang lebih ditentukan oleh identifikasi dan perbaikan semua stenosis bermakna (vena maupun arteri) serta pengangkatan lengkap arterial plug.
- Untuk akses dialisis: kenali graft yang akan gagal sebelum trombosis — recirculation meningkat dan aliran menurun; perbaiki lebih awal.
- Pilihan akhir bergantung karakteristik oklusi (lokasi, beban trombus, usia trombus) dan kelayakan terapi mekanik.
Luaran & Limitasi
- Tidak ada data acak yang membandingkan trombektomi mekanik dengan terapi bedah atau farmakologis; penilaian efikasi berbasis laporan kasus dan registri tanpa kontrol.
- Data terbanyak ada pada AngioJet: laju ekstraksi trombus awal 52–95%.
- Sebagian besar studi AngioJet memakai terapi adjuvan (litik, balloon angioplasty, stent); bila dipakai sendiri hasilnya hanya cukup baik.
- Muller-Hulsbeck: 112 pasien oklusi arteri atau graft; sukses angiografik (pengangkatan lebih dari 75%) 88,4%; litik adjuvan diperlukan pada 29%.
- Muller-Hulsbeck lanjutan: peningkatan ringan hemoglobin bebas plasma 24 jam pasca-prosedur tanpa sekuele; amputasi segera pada 2 pasien; bebas amputasi 2 tahun 75%.
- Hydrolyser: dua uji klinis dengan keberhasilan awal 82% dan 83%; keberhasilan lebih tinggi pada graft 88% dibanding pembuluh native 73%; penghindaran obat litik pada 58%.
- Hydrolyser: embolisasi angiografik pada 7 pasien; 6 tertangani dengan aspirasi perkutan atau trombolisis, 1 memerlukan amputasi.
- Amplatz (Rilinger, pengalaman terbesar): ekstraksi trombus lengkap sebagai terapi tunggal pada 75%; tanpa embolisasi distal yang relevan; tanpa kematian di rumah sakit; litik adjuvan pada 8 pasien; 2 amputasi dini.
- DVT dengan ATD: Gandini 8 pasien, ekstraksi lengkap 75%; Delomez 18 pasien, rekanalisasi 83%, rerata trombus terangkat 66%, hanya 1 tungkai dengan sindrom pasca-trombotik pada 29,6 bulan.
- Limitasi PMT: tidak menghapus kebutuhan trombolisis, kurang berhasil pada trombus tua melekat, dan tidak menangani lesi penyebab.
- Limitasi PMT untuk DVT: pengangkatan tidak lengkap, risiko embolisasi, potensi cedera vena atau katup, serta kurangnya pengalaman dan data prospektif.
- Trombosis akses dialisis menyumbang 80–85% kehilangan akses vaskular permanen.
- Kesimpulan: trombektomi mekanik layak untuk trombosis akut dan subakut arteri, vena, atau graft; memungkinkan pengangkatan langsung material bekuan, revaskularisasi cepat, dan menghindari prosedur panjang.
- Tetap diperlukan pengetahuan atas beragam perangkat, dari kateter aspirasi murah sampai sistem mekanik mahal.
Klasifikasi perangkat (Tabel 5-2)
| Kelas | Mekanisme | Contoh perangkat |
|---|---|---|
| Aspirasi sederhana | Suction melalui port distal besar | Export, Pronto Extraction, TVAC, Diver CE, QuickCat, Rio, Fetch |
| Wall contact | Basket atau brush menyentuh dinding | Arrow-Trerotola PTD, MTI-Castaneda Brush, Cragg Brush, Prolumen |
| Hidrodinamik | Fragmen mekanik tanpa aspirasi | Amplatz ATD/Helix, Rotarex, Thrombex PMT |
| Rheolitik (flow-based) | Jet salin tekanan tinggi, efek Venturi | AngioJet, Hydrolyzer, Oasis, X-Sizer |
| Ultrasound | Energi ultrasound | Acrolysis probe, Resolution 360 Therapeutic Wire |
| Infus / osilasi terisolasi | Infus terisolasi plus kawat berosilasi | Trellis Reserve |
Luaran arteri perifer (Tabel 5-4, pilihan)
| Perangkat | n | Keberhasilan | Patensi primer |
|---|---|---|---|
| AngioJet — Muller-Hulsbeck | 112 | 88,4% sukses angiografik | 6 bulan 68%; 2 tahun 60%; 3 tahun 58% |
| AngioJet — Kasirajan | 83 | Lengkap 51 (61%); parsial 19 (23%) | 3 bulan 90%; 6 bulan 78% |
| AngioJet — Silva | 22 | 21 (95%) | Tidak berlaku |
| AngioJet — Wagner | 50 | 26 (52%) | 1 tahun 69% |
| Hydrolyser — Reekers | 28 | 23 (82%); graft 88% vs native 73% | 1 bulan 50% |
| Hydrolyser — Henry | 41 | 34 (83%) | 1 bulan 73% |
| Amplatz — Rilinger | 40 | 30 (75%) | Tidak dilaporkan |
| Amplatz — Tadavarthy | 14 | 10 (71%) | 6 bulan 43% |
| Oasis — Hopfner | 51 | 6 (11,8%) | 1 bulan 64%; 6 bulan 54% |
| Amplatz — Gorich | 18 | 14 (78%) | Tidak berlaku |
*Definisi keberhasilan berbeda antarstudi. Dimodifikasi dari Haskal ZJ, Mechanical thrombectomy devices for the treatment of peripheral arterial occlusions. n = jumlah pasien; patensi primer dalam persen.
Graft hemodialisis trombosis (Tabel 5-5)
| Penulis pertama (ref.) | Tahun | N | Perangkat |
|---|---|---|---|
| Dolmatch (28) | 1999 | 43 | Cragg brush |
| Barth (29) | 2000 | 62 | Oasis |
| Sahni (36) | 2005 | 17 | Oasis |
| Uflacker (30) | 1996 | 19 | ATD |
| Sofocleous (31) | 1999 | 79 | ATD |
| Shatsky (35) | 2005 | 42 | ATD |
| Trerotola (33) | 1998 | 64 | PTD |
| Vorwerk (32) | 1996 | 51 | Hydrolyser |
| Vesely (34) | 1999 | 82 | AngioJet |
ATD, Amplatz thrombectomy device; PTD, Trerotola percutaneous thrombolytic device.
Kombinasi PMT dan trombolitik pada DVT
- Kasirajan 2001: 17 pasien DVT ekstremitas atas dan bawah, mula-mula AngioJet dan trombolisis terarah kateter; setelah PMT tunggal hanya 24% dengan pengangkatan lebih dari 90% dan 35% dengan pengangkatan 50–90%.
- Kasirajan: litik adjuvan dipakai pada 9 dari 13 pasien dengan ekstraksi kurang dari 90%; keberhasilan klinis keseluruhan PMT plus litik 82%; kelangsungan bebas rekurensi terbesar pada kelompok ekstraksi lebih dari 90%; tanpa komplikasi terkait prosedur.
- Vedantham 2002 (perbandingan retrospektif): PMT adjuvan menurunkan waktu menuju lisis sekitar 40% dan dosis obat litik sekitar 60%.
- Vedantham: pengangkatan trombus minimal dengan PMT tunggal 26,0% versus 62,0% dengan PMT plus trombolitik.
- Uppot: 24 pasien, obat litik dicampur dalam kantong infus salin AngioJet; pengangkatan lengkap atau substansial 83,5%.
- Kasirajan: 20 pasien memakai perangkat Trellis dikombinasikan dengan trombolitik, dilaporkan berhasil.
- Kesimpulan seri terbatas ini: PMT tunggal untuk DVT, meski memperpendek waktu prosedur, tidak cukup untuk pengangkatan trombus adekuat; litik adjuvan sebelum atau sesudah PMT kemungkinan diperlukan.
Kuis: Trombolisis & Trombektomi (Bab 4–5)
1. Waktu paruh plasma terpendek di antara agen trombolitik pada Tabel 4-2 dimiliki oleh:
2. Ambang waktu yang dianjurkan sebagai batas penghentian infus trombolitik adalah:
3. Pernyataan yang paling tepat tentang pemilihan terapi pada oklusi trombus akut adalah: